Sehat itu mahal. Pernyataan ini sering kita dengar di tengah-tengah masyarakat. Memang kesehatan bisa mahal dan juga bisa tidak mahal. Mengapa? Tergantung individunya.
Mari kita lihat apa yang terjadi di masyarakat. Bagaimana sikap mereka terhadap sakit dan sehat. Setidaknya
hal itu terlihat dari angka penyebab kesakitan dan kematian. Angka ini
menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular, sekalipun penyakit menular juga masih belum hilang dari tengah masyarakat. Tapi jumlah penderita penyakit tidak menular sudah mengungguli jumlah penderita penyakit menular. Sekedar mengingatkan, jenis penyakit tidak menular
itu antara lain penyakit jantung, darah tinggi, kanker, diabetes dan
lainnya. Penyebab penyakit ini umumnya karena pola hidup yang tidak sehat,
mulai dari pola makan, pola kerja, pola istirahat dan pola keseimbangan
hidup. Terkait dengan pola hidup di atas, keberhasilan seseorang
mengendalikan pola makan bergantung pada individu. Pola makan yang
dipilihnya akan memberikan hasil, apakah seseorang termasuk berhasil
atau tidak dalam menjalani hidup sehat.
Ada
sebagian orang yang berhasil menjalani hidup sehat dengan memenuhi
seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk hidup sehat. Tapi ada juga
yang gagal menjalani hidup sehat karena tidak sanggup memenuhi persyaratan untuk menjalani hidup sehat. Misalnya, seseorang tidak ketat dalam menjaga pola makan, ia menyantap makanan yang tidak sehat
atau sembarangan. Ia tetap memilih makanan yang menyebabkan sakit, baik
dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apalagi bila makanan itu
nikmat, sebagai makanan kesukaan dan gratis pula.
Sehat individu, sehat keluarga
Setiap
individu berupaya menjaga tubuh agar tetap sehat. Menjaga tubuh tetap
sehat akan berdampak positif terhadap diri, keluarga, orang lain,
pelayanan kesehatan maupun pemerintah, demikian sepenggal pernyataan
yang disampaikan petugas kesehatan dalam acara penyuluhan di Posyandu.
Namun bila kita tilik lebih dalam pernyataan dari petugas kesehatan
tersebut memang ada benang merahnya, bahwa kesehatan individu adalah
segala-galanya. Sekali individu terganggu kesehatannya, maka segala
sesuatu tidak aka ada artinya. Individu yang sehat akan produktif, keluarga senang dan tak terbebani, orang lain tidak direpotkan, pelayanan kesehatan tidak penuh
dan pemerintah dapat menghemat dana jaminan kesehatan, baik jamkesmas
(jaminan kesehatan masyarakat), jamkesda (jaminan kesehatan daerah)
maupun jampersal (jaminan persalinan).
Nah, bagaimana
membangun kesadaran individu untuk bertanggung jawab atas kesehatan
dirinya? Pertama, sadari dampak buruk sakit. Bagi orang yang punya uang
berlebih, mungkin tidak bermasalah dengan biaya pengobatan, tapi tetap bermasalah, bila berakhir dengan kesembuhan tidak normal
atau cacat. Bayangkan kalau sembuhnya cacat, apakah siap untuk hidup
dengan predikat cacat? Misalnya menjadi buta, padahal sebelumnya sehat,
bugar dan jelita. Tak semua orang siap, kecuali terpaksa karena sudah
menjadi takdir. Di sinilah arti dari sehat itu mahal.
Bayangkan,
kalau yang menderita sakit itu orang dhu’afa. Untuk makan sehari-hari
saja sulit. Kerja sehari untuk makan sehari. Setelah sakit, siapa yang
harus mencari nafkah? Lebih repot lagi. Repotnya luar dalam, yakni biaya
pengobatan dan kebutuhan harian keluarga. Menyadari hal ini, betapa
penting dan berharganya kesehatan itu.
Kedua, sadari dampak
positif sehat. Sehat adalah segalanya. Artinya, orang yang sehat dapat
memenuhi kebutuhannya sendiri. Kalau toh harus membutuhkan bantuan,
hanya terkait dengan faktor pendukung, bukan pada hal-hal yang pokok dan
utama. Bila individu sehat, belajar juga lebih mudah, mencari nafkah
lebih bersemangat dan mampu menjalankan seluruh aktivitas dengan
baik. Semua itu terjadi karena yang bersangkutan sehat.
Jadi
untuk menjadi sehat, memang harus ada kemauan individu. Bila ingin
sehat, seseorang pasti akan menemukan cara. Ia juga tak akan bergantung
pada orang lain untuk menjadi sehat. Ia sadar betul bahwa sehat adalah
kebutuhan individu sehingga tak begitu perlu, apakah orang lain
mendukung atau tidak.
Untuk itu, bila ingin sehat harus memulai dari apa yang dapat
dikerjakan secara individu. Ternyata, sehat bukan hanya pilihan tapi
juga kemauan dan tanggung jawab individu.
0 komentar:
Post a Comment
No Sara and No Porn