Dalam
upaya mencari penyebab genetik perbedaan jumlah tidur antar-orang,
sekelompok peneliti Eropa yang dipimpin Karla Allebrandt dari
Universitas Munich mempresentasikan penemuan tersebut dalam pertemuan tahunan American Society of Human Genetics, Washington (5/11).
Para
ilmuwan itu telah mempelajari sampel DNA 4,260 orang dari tujuh negara
Eropa dan korelasinya dengan kebiasaan tidur. Para peneliti kemudian
mencari kesamaan faktor genetik di antara para relawan yang tidur lebih
banyak atau lebih sedikit. Dengan cara ini, mereka menemukan bahwa gen
ABCC9 secara signifikan memengaruhi tidur para relawan. Ketika
diperbolehkan untuk tidur sebanyak yang diinginkan, relawan yang
memiliki dua varian pertama gen tersebut tidur rata-rata 6% lebih
sedikit dibandingkan mereka yang memiliki dua varian kedua gen tersebut,
yaitu sekitar 7,5 jam vs. 8 jam.
Sebelum ini, gen lain yaitu Dec2
juga diketahui memengaruhi tidur, tetapi kaitan tersebut hanya
ditemukan pada beberapa keluarga dan tidak dalam populasi manusia secara
umum. ABCC9 adalah gen pertama yang tampaknya terkait erat dengan tidur
semua orang.
Gen ini berperan mengkode protein SUR2 dan terlibat
dalam pemrosesan potasium di dalam sel. Karena protein SUR2 juga terkait
dengan penyakit diabetes dan jantung, penemuan ini mungkin menarik bagi
ilmuwan yang meneliti penyakit-penyakit tersebut dan bagaimana
hubungannya dengan pola tidur pasien.
0 komentar:
Post a Comment
No Sara and No Porn