Disfungsi ereksi atau impotensi adalah masalah yang mendera banyak
pria dan menimbulkan masalah baik untuk penderitanya maupun pasangannya.
Itulah mengapa obat-obatan seperti Viagra, Levitra dll yang bisa
mengatasi masalah besar ini mendapatkan sambutan pasar yang luas.
Sebenarnya, impotensi bukanlah masalah baru. Masalah itu sudah ada sejak
ribuan tahun lalu, bahkan mungkin sejak awal keberadaan kaum Adam.
Berbagai kebudayaan dan suku bangsa pun secara turun-temurun telah
mengembangkan berbagai obat untuk mengatasinya. Banyak herbal alami yang
memiliki khasiat mirip dengan zat sintetis yang terkandung pada Viagra
dan obat-obatan baru lainnya, dengan efek samping lebih sedikit. Berikut
adalah 12 di antaranya:
photo © 2006 Harmony | more info (via: Wylio)
1. Ginseng
Selama berabad-abad, para sinshe Cina telah menggunakan Panax ginseng, juga dikenal sebagai ginseng Asia atau Korea, sebagai obat untuk impotensi. Linda B. White, MD, dan Steven Foster, penulis The Drugstore Herbal, melaporkan
bahwa para ilmuwan Amerika yang skeptis terhadap efektivitas ramuan ini
mengakui bahwa beberapa studi pada hewan telah menunjukkan hasil yang
menjanjikan. White dan Foster menunjukkan bahwa ginseng bukan
solusi cepat untuk disfungsi ereksi, namun dapat memberikan hasil yang
positif jika diambil secara konsisten selama beberapa bulan. Menurut Mayo Clinic, beberapa studi penggunaan ginseng Asia
dan Amerika menunjukkan manfaatnya untuk disfungsi ereksi. Ramuan ini
juga dianggap aman, karena jarang memberikan reaksi negatif. Namun,
penggunaan antidepresan bersamaan dengan ginseng dapat menimbukan interaksi obat yang menyebabkan mania.
2. Yohimbe
Yohimbe
berasal dari kulit pohon cemara Afrika. Di suku-suku Afrika, herbal ini
secara tradisional digunakan sebagai afrodisiak dan obat tradisional
untuk masalah seksual. Mereka biasa memberikannya dalam upacara
perkawinan dan festival kesuburan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
herbal ini dapat memperbaiki impotensi dengan meningkatkan aliran darah
ke penis sehingga membantu ereksi. Kini di seluruh dunia herbal
berbasis Yohimbe banyak digunakan untuk mengobati disfungsi
ereksi, yang diberikan melalui resep dokter dan sebagai obat bebas.
Sebagai suplemen bebas, ekstrak kulit pohon ini dimasukkan ke dalam
kapsul dan tablet. Namun, beberapa produk mungkin mengandung ekstrak
yohimbe terlalu sedikit, sehingga obat resep dapat menjadi pilihan yang
lebih baik. Dokter biasanya meresepkan bentuk murni zat aktif ekstrak Yohimbe yang disebut yohimbine,
yang telah disetujui Lembaga Pengawasan Obat AS (FDA). Yohimbe dapat
mengakibatkan tekanan darah tinggi dan peningkatan denyut jantung. Anda
yang memiliki hipertensi harus berkonsultasi dengan dokter bila
mengambil herbal ini.
3. Epimedium (Horny Goat Weed)
Herbal
rahasia ini telah digunakan di Cina selama ribuan tahun untuk
meningkatkan gairah seksual dan memperbaiki impotensi. Ini adalah Viagra
versi Cina dan dapat ditemukan dalam bentuk kapsul di toko-toko herbal.
(Lihat artikel: Epimedium: Tumbuhan yang Membuat Kambing Menjadi “Horny”)
4. Kara Benguk (Mucuna pruriens)
Di
Indonesia, biji tanaman ini memiliki nama daerah seperti kara benguk,
kara babi, kara rawe atau kacang koas. Ini adalah Viagra versi India
yang banyak dipakai dalam pengobatan ayurveda. Sebuah studi yang
dilakukan oleh College of Pharmaceutical Sciences di Manipal,
India, menyimpulkan bahwa ekstrak tanaman ini dapat meningkatkan potensi
seksual sampai sepuluh kali lipat, dengan merangsang produksi
testosteron. Mucuna pruriens dapat meningkatkan libido dan menunda ejakulasi dini setelah tiga sampai empat minggu penggunaan.
5. Gingko Biloba
Gingko adalah salah satu herbal utama dalam pengobatan tradisional Cina. Ekstrak ginko diperoleh dari daun pohon gingko
yang diramu menjadi teh dan kapsul. Herbal ini banyak digunakan untuk
memperbaiki aliran darah, mengobati asma, bronkitis, denging di telinga
(tinnitus), meningkatkan memori dan daya konsentrasi, dan meningkatkan
kinerja seksual. Menurut James A. Duke, seorang ahli botani dan penulis The Green Pharmacy Herbal Handbook, gingko bermanfaat
meningkatkan aliran darah sehingga berguna dalam pengobatan disfungsi
ereksi, terutama dalam kasus yang berkaitan dengan penyumbatan
aterosklerosis di arteri penis. Duke mengutip sebuah studi sembilan
bulan di mana laki-laki dengan disfungsi ereksi diberi dosis harian 60
-240 mg ekstrak gingko. Sekitar 78% laki-laki dalam studi itu
dilaporkan mengalami peningkatan signifikan tanpa menderita efek
samping. Duke memperingatkan dosis harian di atas 240 mg, karena asupan
yang berlebihan telah dilaporkan menyebabkan diare, gelisah, dan mudah
iritasi. Sebuah studi University of California menemukan bahwa ginkgo biloba mengatasi
masalah seksual pada 84 persen pria yang memakai obat untuk depresi
seperti Prozac dan antidepresan lainnya. Alasannya? Ginkgo membantu meningkatkan aliran darah seluruh bagian tubuh. Menurut Mayo Clinic, ginkgo mungkin
membantu disfungsi ereksi dengan meningkatkan aliran darah ke penis,
sama dengan cara Viagra bekerja. Namun, efek pengenceran darah dari
gingko mungkin berbahaya bagi Anda yang sedang mengkonsumsi obat-obatan
tertentu. Bila Anda mengambil obat lain bersamaan dengan gingko, konsultasikan dengan dokter Anda.
6. L-arginine
L-arginine adalah alternatif alami lain untuk pengobatan disfungsi ereksi. Dalam studi 1999 terhadap 50 pria di Tel Aviv University,
J. Chen dan rekan menemukan bahwa 31 persen pria menunjukkan perbaikan
impotensi mereka dalam enam minggu mengkonsumsi suplemen herbal ini.
Pria yang mungkin mendapat manfaat darinya adalah yang memiliki gangguan
peredaran darah yang berkontribusi terhadap masalah seksual. Menurut Mayo Clinic, L-arginine diperkirakan
bekerja sangat mirip dengan Viagra, dengan meningkatkan efek oksida
nitrat dalam tubuh, merelaksasi otot-otot yang mengelilingi pembuluh
darah yang memasok darah ke penis. Anda dapat menemukan suplemen L-arginine
bebas di apotik atau toko makanan kesehatan. Kemungkinan efek samping
L-arginine adalah mual, kram diare, perut dan tekanan darah rendah.
Seperti Viagra, Anda harus menghindari L-arginine jika Anda
mengambil obat jantung nitrogliserin karena kombinasinya dapat
menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya. Untuk alasan yang
sama, Anda tidak disarankan mengambil L-arginine bersama Viagra.
7.Tongkat Ali/Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia)
Tumbuhan
Asia Tenggara ini dijuluki “Viagra Asia” karena telah lama digunakan
masyarakat di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan sekitarnya untuk
meningkatkan potensi pria. Tongkat ali bekerja dengan meningkatkan kadar
hormon testosteron sehingga menjaga tingkat energi, mood, kesuburan,
dan hasrat seksual pria. Di bidang olahraga, tongkat ali juga dimanfaatkan sebagai suplemen untuk peningkatan massa tubuh pada atlet-atlet binaraga. Dalam studi terkontrol yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, tongkat
ali ditunjukkan dapat secara signifikan meningkatkan lingkar lengan dan
massa otot lebih besar pada atlet- atlet yang menggunakannya
dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan.
8. Catuaba dan Muira Puama
Bubuk
kulit kedua pohon ini, yang ditemukan di hutan hujan Amazon, biasanya
digunakan secara bersamaan. Keduanya telah digunakan selama berabad-abad
oleh penduduk asli Brazil untuk meningkatkan libido dan stamina
seksual.
9. Damiana
Digunakan sebagai afrodisiak oleh suku Aztec dan Maya kuno di Meksiko, damiana berasal dari semak tumbuhan rendah dari keluarga mint yang ditemukan secara alami di iklim tropis dan subtropis. Ahli terapi seks Prancis Marc Bonnard, penulis The Viagra Alternatives,
mengatakan bahwa herbal ini juga telah digunakan oleh masyarakat Barat
untuk meningkatkan fungsi seksual baik laki-laki maupun perempuan.
Bonnard menunjukkan bahwa pengaruh herbal ini pada organ seksual pria
mungkin berasal dari alkaloid tanaman yang bertindak seperti
testosteron.
10. Tribulus Terrestris
Tribulus Terrestris adalah tanaman berbunga yang tumbuh di seluruh India, Pakistan dan Sri Lanka. Dalam ayuvveda, tanaman ini banyak digunakan sebagai tonik. Di Turki, masyarakat menggunakannya untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan kolesterol. Dalam penelitian hewan, herbal ini terbukti membantu meningkatkan dorongan seks. Bahan kimia aktif dalam Tribulus terrestris adalah protodioscin, yang meningkatkan kadar testosteron sehingga mendorong kesuburan dan libido.Tribulus terrestris juga bekerja dengan merelaksasi otot polos dan meningkatkan aliran darah ke penis.
11. Maca Root
Dikenal sebagai Viagra dari Peru, akar Maca telah
terbukti meningkatkan hasrat seksual dan mengurangi disfungsi ereksi.
Ramuan ini dikenal sangat cepat bereaksi dan biasanya digunakan sebagai
ekstrak dalam makanan dan minuman.
12. Ashwagandha
Tanaman ini dapat membantu memulihkan kesehatan seksual, dan telah disebutkan dalam kitab Kama Sutra sebagai herbal yang meningkatkan kenikmatan seksual.
Terima kasih infonya, infonya sangat bermanfaat