Vaksin Campak (Imunisasi Wajib): Penyakit Campak, Menghadapi Situasi Darurat, Reaksi Pasca Imunisasi dan Cara Mengatasinya

Thursday, October 18, 2012

Penyakit Campak
Penyakit campak disebabkan oleh virus campak/morbili yang ditularkan melalui udara ataupun kontak langsung dengan penderita. Virus ini menyerang kulit selaput lendir mata, mulut, tenggorokan, saluran nafas atas, paru, saluran pencernaan dan otak. Gejala-gejala penyakit campak antara lain demam, batuk kering, pilek (hidung berair), dan timbulnya bercak merah dikulit 3-5 hari setelah anak menderita demam bermula pada wajah (pipi) bawah/belakang telinga dan menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Menghadapi Situasi Darurat
Ketika anak dicurigai menderita campak, segera bawa ke dokter. Namun ketika situasi menjadi genting, yaitu ketika timbul gejala sakit telinga, bernafas cepat tidak wajar, mengantuk, kejang, sakit kepala parah atau muntah, UGD  menjadi pilihan yang lebih tepat. Segera bawa anak ke UGD di rumah sakit terdekat jika anak menunjukan salah satu gejala darurat ini.

Jadwal Pemberian Pada Situasi Normal dan Kondisi Pengungsian
Vaksin campak diberikan pada bayi usia 9 bulan, dan pengulangannya dilakukan ketika anak berusia antara 5 sampai dengan 7 tahun. Dalam pengungsian semua anak usia 6 bulan sampai dengan 15 tahun diberikan imunisasi campak massal. Hal ini dilakukan untuk mengatas kekhawatiran terhadap kejadian luar biasa (KLB) campak karena anak usia ini rentan terhadap penyakit campak sebagai akibat penurunan masalah kesehatan karena faktor gizi dan sanitasi yang pada umumnya buruk (Prof. Dr. Umar Fahmi Acmadi, MPH, sumber:  www.depkes.go.id).

Reaksi Pasca Imunisasi dan Cara Mengatasinya
Reaksi yang mungkin timbul setelah imunisasi campak adalah rasa tidak nyaman di daerah penyuntikan. Setelah 5-12 hari setelah penyuntikan, anak mungkin mengalami demam tidak tinggi, atau erupsi kulit halus/tipis yang berlangsung kurang dari 48 jam. Memberi lebih banyak ASI disarankan untuk menurunkan demam anak. Konsultasikan kemungkinan ini dengan dokter pada saat anak diimunisasi, mungkin dokter akan menyiapkan paracetamol cair yang bisa dimanfaatkan jika efek samping berupa demam ini terjadi. Namun jika reaksi ini menjadi berat dan menetap, atau jika kita merasa khawatir bawa lah si kecil ke dokter.

0 komentar:

Post a Comment

No Sara and No Porn

Labels

 
Kesehatan dan Kuliner © 2010 | Designed by Ilham Ramadhan
Blog Kesehatan dan Makanan " Artikel tentang kesehatan dan bermacam - macam reset makanan"
NYUHILFOODS BLOGs, created and Manage by Ilham Ramadhan Abidin
http://nyuhilfoods.blogspot.com/